Februari 15th, 2011 by jejaklangkah
Uffss…. dapet e-mail dari admin blogdetik, pemberitahuan tentang penghapusan blog-blog di blogdetik yg tidak aktif dalam satu tahun. Langsung terpikir untuk menyelematkan blogku ini….. posting apapun sebagai syarat jangan sampai blogku ini tergusur. Sebenarnya di draft tuh ada beberapa postingan yang belum aku terbitkan.. tapi semua postingannya belum juga menemukan bait endingnya.. masih menggantung!!!!
Alasan kenapa blog ini mandeg karena waktu yang kupunya di rumah habis untuk menemani buat hati.. atupun kalau sempet buka komputer atau laptop anakku mengambil alihnya….. Dulu waktu di kantor pekerjaan sedikit longgar, jd ada waktu dimana aku bisa menulis sesuatu… tp sekarang intensitas pekerjaan lumayan padet gak ada waktu luang untuk menulis sesuatu, berbagi cerita atau berkunjung ke sesama “the blogger”. Belakang aku lihat banyak sekali kegiatan yang diselengarakan blogdetik… maksud hati ingin turut serta tapi apa daya kok susah banget ya mengkonfromikannya dengan kegiatan di kantor dan rumah.
Ya sudahlah….. yang penting blog ini terus berlanjut dulu ya.. mudah-mudahan bisa kembali aktif… salam buat semua blogger ya…. terutama easy, eyang anjari, julie…. dan banyak lagi… salam blogger ya..
Tags: save the blog
Posted in Bait Hidup | No Comments »
April 29th, 2010 by jejaklangkah
Berawal dari keikutsertaan kantorku sebagai peserta dalam Pameran Produk Ekspor (PPE) Tahun 2005 yang diadakan di Jakarta International Expo (JIE) aku memperoleh kesempatan untuk hadir dalam Business Meeting dimana pembicara dalam pertemuan itu adalah Mari Elka Pangestu sebagai Menteri Perdagangan dan Susi Pudjiastuti (SP) sebagai penerima penghargaan Primaniarta yaitu penghargaan sebagai UKM Ekspor terbaik tahun 2005. Saat itulah aku, untuk pertama kalinya mengenal sosok wanita yang bernama ‘Susi Pudjiastuti’. Kehadirannya pada pertemuan itu adalah sebagai success story untuk memotivasi pengusaha-pengusaha khususnya pengusaha UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang berorientasi ekspor. Penghargaan Primaniarta yang diperoleh SP sebagai pemilik PT. ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan yang bergerak di bidang hasil laut. Konsep usahanya, SP menampung langsung hasil laut yang diperoleh para nelayan di sekitar pesisir laut Pangandaran Ciamis Jawa Barat dan langsung mengirimkan produk laut tersebut ke tangan konsumen setelah melalui proses dengan teknologi termodern di Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang miliknya.
Sungguh sesuatu yang menakjubkan buatku mendengar kisah dan perjalanan panjang yang dilalui SP dalam membangun usahanya. SP bercerita tentang sekolahnya yang hanya sampai kelas 2 SMA, bukan masalah biaya yang menjadi alasan SP berhenti sekolah karena orang tuanya cukup kaya, tetapi hanya karena SP merasa tidak ‘happy’. Hal inilah yang membuat hubungan dengan orang tuanya renggang sehingga SP memutuskan untuk bekerja. SP menjadi pengepul ikan, dan dia mencintai pekerjaannya itu. Roda berputar, naik turun menjadi siklus biasa untuk usahanya itu. Dari pesisir pantai Pangandaran sampai ke pesisir pantai di Sukabumi atau di sepanjang pesisir pantai utara Jawa, SP mendatangi suplier-suplier hasil laut dan mengangkutnya dengan truk ke Jakarta. Satu hal penting yang dilakukan SP adalah konsistensi dalam menjaga produknya pada kondisi terbaik sampai di tangan konsumen. Kegigihan dalam usahanya ini berbuah hasil dengan didirikannya perusahaan produk laut miliknya di bawah bendera PT. ASI PUDJIASTUTI MARINE PRODUCT.
Demi menjaga kualitas terbaik produk lautnya sampai ke tangan konsumen, SP nekat membeli pesawat untuk mengangkut hasil produknya. Tak disangka, tak dinyana, dari membeli pesawat untuk mengangkut hasil lautnya ternyata menginspirasi SP untuk mencari peluang di bidang pesawat carterar, usaha yang masih langka di Indonesia. Usaha pesawat carteran SP berada di bawah bendera PT. ASI PUDJIASTUTI AVIATION dengan brand Susi Air dan semakin berkembang dengan membuka jalur atau rute penerbangan ke daerah-daerah pedalaman, rute-rute yang tidak menjadi perhatian bagi perusahaan Airline besar.
SP semakin membuatku kagum, tak hanya entrepreneurship-nya yang sangat luar biasa tetapi ditambah jiwa sosialnya yang tidak diragukan lagi. Hal ini bisa dilihat dari sepak terjangnya ketika bencana tsunami melanda Aceh, SP dengan pesawat miliknya selama beberapa minggu di daerah bencana, menjadi pesawat pertama yang membawa bantuan ke daerah-daerah yang tidak bisa dilalui dengan alat transportasi darat. Luar biasa….
Tak salah, ketika blogdetik dalam rangka memperingati Hari Kartini (wanita yang menginspirasi seluruh wanita Indonesia) mengangkat tema “Inspiring Woman” dalam writing contest, aku memilih Susi Pudjiastuti sebagai “My Inspiring Woman” Dia menginspirasiku bahwa tak ada yang tak mungkin selama kita menjalaninya sepenuh hati. Aku yakin banyak pihak yang mengakuinya untuk hal ini, salah satunya adalah Metro TV memberikan penghargaan kepada SP sebagai “Inspiring Woman 2005″ dan tentu saja penghargaan PRIMANIARTA dari Presiden SBY sebagai “UKM Ekspor Terbaik 2005″ inilah yang membuatku bisa mengenal langsung seorang sosok wanita super… seorang “SUSI PUDJIASTUTI” si “Pengepul ikan yang kini jadi juragan pesawat”
Kebanggaanku yang lain terhadap Susi Pudjiastuti adalah….. kami berasal dari kabupaten yang sama, Kabupaten Ciamis. Hehehehe……..
Sayang, sesaat sebelum Business Meeting tersebut berakhir SP harus segera meninggalkan pertemuan karena jadwalnya yang cukup padat, padahal aku ingin sekali mengabadikannya dalam satu frame denganku. Mungkin nanti, kalau ada kesempatanku pulang kampung dan berwisata ke Pantai Pangandaran ingin kusempatkan mengunjungi pabrik hasil lautnya yang lokasinya tak terlalu jauh dari pantai. Inilah hasil ‘googling’ sosok ” My Inspiring Woman” …..SUSI PUDJIASTUTI….


Tags: blogdetik inspiring woman, kabupaten ciamis, pantai pangandaran, susi pudjiastuti
Posted in Bait Hidup | 48 Comments »
April 28th, 2010 by jejaklangkah
Sesaat melangkah bersamamu, kemudian kehadiran “cahaya hidup” melangkapinya…. dalam gairah hidup yang penuh inspirasi, suka menjadi bagiannya dan duka pada sisi lainnya… indah kita jalani bersama. Menjelang lima tahun kebersamaan kita… satu persembahan “Come What May by MF” adalah alunan hidupku untukmu…….
************
Never knew I could feel like this
Like I’ve never seen the sky before
Want to vanish inside your kiss
Every day I love you more and more
Listen to my heart, can you hear it sing
Telling me to give you everything
Seasons may change, winter to spring
But I love you, until the end of time
Come what may
Come what may
I will love you
Until my dying day
Suddenly the world seems such a perfect place
Suddenly it moves with such a perfect grace
Suddenly my life doesn’t seem such a waste
It all revolves around you
And there’s no mountain too high
No river too wide
Sing out this song
And I’ll be there by your side
Storm clouds may gather
And stars may collide
But I love you
Until the end of time
Come what may, come what may
I will love you, until my dying day
Oh come what may, come what may
I will love you
Suddenly the world seems such a perfect place
Come what may
Come what may
I will love you
Until my dying day
*******
Luv U, always… as a wife, as a mommy and as a pregnant lady… i can’t help to wait, Cinta…
Tags: Cinta, indah, love
Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »
Februari 5th, 2010 by jejaklangkah
…langkahku terhenti, terkejut dan kagum…. sebuah maha karya yang dibangun oleh mahluk Tuhan… SEMUT…. nampak di depan langkahku yang hampir menghancurkannya…..
Istana Cinta yang dibangun… dengan rasa penuh kasih, mungkin dipersembahkan untuk yang tercinta dan terkasih….
Rasanya semut yang membangun Istana Cintanya ini adalah semut yang GAUL… tahu sekarang adalah bulan Pebruari, dimana ada sebagian dari kita merayakannya sebagai bulan yang penuh dengan rasa kasih sayang… Valentine.
Apapun tujuan semut itu… sementara kita nikmati saja salah satu keajaiban dunia……

Istana Cinta
Tags: Add new tag, Cinta
Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »
Januari 13th, 2010 by jejaklangkah
….
berpijak kaki pada tanah yang berlumpur membuatku ragu apakah benar jalan ini yang kupilih. Seharusnya aku tak ragu memutar balik memilih jalan lain meski jarak mungkin lebih jauh…
Berat memang, karena seringkali raga ini lebih hebat dari jiwa… pikiran tak lagi bisa memilih dan memilah
Wahai Sang Raga… berilah makna pada hidupmu, biarkan jiwa memimpin dan membawamu pada cahaya hidup. Kucoba…
Tags: Jiwa, Raga
Posted in Bait Hidup | No Comments »